Apakah Labil sama dengan Borderline Personality Disorder (BPD) ?

Sering banget punya temen yang tau-tau suka marah sendiri? Selalu tersinggung dengan ucapan orang? Emosinya selalu meledak-ledak padahal cuma masalah sepele? Atau bahkan, sebenernya bukan temen kamu, tapi diri kamu sendiri?

Hati-hati lho, karena bisa jadi kamu ada kecenderungan memiliki Borderline Personality Disorder a.k.a BPD.

Ah, apaan sih? Emang gw bipolar apa?

Beda keleussss..

Bipolar sama Borderline tuh beda. Next time gw akan research mengenai Bipolar deh.

Borderline Personality Disorder  atau Gangguan Kepribadian Ambang Batas disebut sebagai gangguan emosi yang tidak stabil adalah merupakan gangguan kepribadian yang diakibatkan oleh ketidak mampu sebuah individu untuk bersosialisasi, memahami diri sendiri, dan mengolah emosi. Dengan kemungkinan hingga 10% untuk menyakiti diri sendiri dan bunuh diri, menjadikan gangguan kepribadian ambang batas sebagai salah satu gangguan kepribadian yang sangat berbahaya.

Untuk penjelasan singkat tentang disorder ini, silakan mengunjungi https://hellosehat.com/penyakit/gangguan-kepribadian-ambang-borderline/

Seseorang yang mengalami BPD memiliki cara pikir, cara pandang, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain pada umumnya. Akibatnya, timbul masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan dengan orang lain, seperti hubungan dalam keluarga dan di lingkungan pekerjaan.

Gangguan ini umumnya muncul pada periode menjelang usia dewasa. Dengan penanganan berupa psikoterapi dan pemberian obat, penderita borderline personality disorder dapat membaik seiring bertambahnya usia.

Orang dengan gangguan kepribadian borderline lebih cenderung memiliki masalah kesehatan mental lainnya juga. Mereka juga cenderung memiliki beberapa jenis trauma saat kecil dibandingkan dengan orang yang mengalami bipolar.

Selain memiliki masalah kesehatan mental lainnya, BPD biasanya juga memiliki masalah dengan gangguan makan, citra tubuh, dan kecemasan. Orang dengan BPD mengalami respons emosional yang terlalu kuat, mereka sering memiliki hubungan yang kacau dengan orang di sekitarnya.

Seseorang dengan gangguan BPD mengalami masalah dalam mengendalikan pikrian dan mengelola perasaannya, dan seringkali memiliki perilaku impulsif dan sembrono. Bahkan, besar kemungkinan akan menjadi agresif.

Dan parahnya lagi, karena emosi yang labil dan campur aduk, seringkali mereka tidak mampu benar-benar mengenali jenis emosi yang dia sedang dia rasakan. Kadang mereka bereaksi marah saat seharusnya mereka sedih atau takut. Juga tidak mampu mengetahui, kenapa mereka bereaksi seperti itu terhadap situasi yang mereka hadapi, pokoknya mereka harus mengamuk dan memaki-maki.

Mereka kebanyakan bukan orang jahat, bahkan karena emosinya yang sangat kuat, saat menyukai seseorang mereka akan mau berkorban apa saja untuk orang itu. Saat menyayangi, mereka akan sangat sayang kepada orang itu. Tetapi karena emosinya labil, kepada orang yang sama, dia juga bisa mendadak murka, menyakiti, karena dia tidak punya kendali terhadap dirinya sendiri.

Gejala gangguan kepribadian ini biasanya muncul pada masa remaja menjelang dewasa dan bertahan saat usia dewasa. Gejala yang muncul dapat berupa gejala yang ringan hingga berat.

Gejala tersebut dapat digolongkan menjadi empat bagian, yang terdiri dari:

  • Ketakutan berlebihan akan penolakan atau ditinggalkan seseorang.
  • Perasaan yang sangat cemas, khawatir, dan depresi.
  • Memiliki sejarah asmara yang tidak stabil (berubah drastis) dari cinta yang amat sangat berubah menjadi kebencian.
  • Mengalami perubahan mood yang terus menerus, berlangsung selama beberapa hari atau hanya beberapa jam.
  • Memiliki citra diri yang tidak stabil.
  • Kesulitan merasakan empati terhadap orang lain.
  • Perilaku impulsif, berisiko, merusak diri sendiri yang berbahaya. Misalnya suka menyakiti diri sendiri secara fisik, mengemudi dengan sembrono, atau melakukan penyalahgunaan narkoba dan alkohol.
  • Paranoid.
  • Perasaan terasing, bosan, dan hampa.

Apabila kalian memiliki 5 atau lebih ciri-ciri diatass, bisa jadi ada kecenderungan BPD nih. Mending periksakan ke psikolog atau psikiater yang terpercaya.

Konseling psikoterapi dengan psikolog atau terapis bisa membantu mereka yang memiliki kepribadian borderline. Psikoterapi bisa dilakukan dua kali dalam satu minggu. Tujuan dari psikoterapi adalah untuk mengurangi tindakan yang dapat membahayakan hidup, membantu mengatur emosi, memberi motivasi dan membantu meningkatkan kualitas hidup.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jurnal Primary Psychiatry, mereka yang menjalani psikoterapi memiliki tingkat kemajuan yang baik dalam menjalin hubungan sosial, menahan diri dari hal-hal yang impulsif dan bahaya, serta mengendalikan emosi setelah dalam waktu enam bulan.

Mother and daughter having an argument

Jika tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai, borderline personality disorder (BPD) berisiko mengganggu berbagai aspek dalam kehidupan penderita, seperti mengalami hubungan sarat konflik sehingga mengakibatkan stress atau perceraian, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah hukum, hamil tanpa direncanakan, serta kematian akibat bunuh diri.

Selain gangguan dalam kehidupan, penderita BPD ini juga berisiko mengalami gangguan mental lainnya, seperti:
  • Depresi
  • Penyalahgunaan alkohol atau NAPZA
  • Gangguan kecemasan (Anxiaty Disorder)
  • Gangguan bipolar (Bipolar Disorder)
  • Gangguan makan (Eating Disorder)
  • PTSD (Post Traumatic-Stress Disorder/Gangguan stres pascatrauma)
  • ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder/Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitass)

Jadi, Labil itu belum tentu BPD. Karena BPD bisa cenderung agresif. Sedangkan, Labil hanya sebatas emosi dan pikiran. Tidak perlu khawatir, BPD akan hilang seiring dengan bertambahnya usia. Apabila hingga dewasa masih memiliki BPD, lebih baik konsultasikan ke psikolog , ya!

Source:
Emosi Labil dan Mudah Murka? Jangan-jangan Penderita Borderline Personality Disorder
Gangguan kepribadian ambang batas
BPD (Borderline Personality Disorder)
Seperti Apa Rasanya Punya Borderline Personality Disorder?




Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *